• Senin, 3 Oktober 2022

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bicara Kemungkinan Kenaikan BBM subsidi

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 21:40 WIB
Menteri Investasi/ Kepala BKPM menyampaikan Kemungkinan Kenaikan Harga BBM Subsidi
Menteri Investasi/ Kepala BKPM menyampaikan Kemungkinan Kenaikan Harga BBM Subsidi

Beritanusra.com -- Potensi Kenaikan Harga BBM subsidi sangat terbuka. Hal ini disampaikan oleh Menteri Investasi / Kepala BKPM Bahlil Lahadalia la mengatakan kemungkinan itu terbuka mengingat harga minyak dunia sekarang ini cukup tinggi. Per Jumat ini saja misalnya, harga minyak mentah jenis Brent naik US$2,20, atau 2,3 persen menjadi US$99,60 per barel.

Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup naik US$2,41, atau 2,6 persen menjadi US$94,34 per barel.

Baca Juga: China Curigai Aliansi Indopasifik, Latihan Tempur Militer Indonesia, Australia dan US Army Tetap Berlanjut

"Tolong teman-teman wartawan sampaikan kepada rakyat, bahwa rasa-rasanya sih untuk menahan terus dengan harga BBM seperti sekarang, feeling saya sih harus kita siap-siap kalau katakanlah kenaikan BBM itu terjadi," ucap Bahlil kepada awak media dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jumat (12/08).

Bahlil juga mengatakan harga itu jauh di atas asumsi APBN 2022 yang hanya US$63-US$70 per barel.

"Sekarang harga minyak dunia rata-rata dari Januari sampai Juli US$105 per barel. Hari ini kalau US$100 per barel subsidi kita itu bisa mencapai Rp500 triliun. Tetapi kalau harga minyak per barel di US$105 kemudian dengan asumsi kurs dollar APBN rata-rata Rp14.750 dan kuota kita dari 23 juta kilo liter menjadi 29 juta maka terjadi penambahan subsidi," katanya.

Bahlil mengatakan pemerintah masih menghitung semua kemungkinan terkait jebolnya kuota subsidi BBM itu. Hasil perhitungan sementara menunjukkan, anggaran yang dibutuhkan untuk subsidi BBM mencapai Rp500 triliun-Rp600 triliun.

Ditambahkan olehnya jikalau keadaan ini terjadi terus menerus maka APBN lama-lama akan bermasalah. Pasalnya anggaran Rp500 triliun-Rp600 triliun mencapai 25 persen dari total APBN.

"Ini tidak sehat. Mohon pengertian baiknya. (Jadi) harus kita siap-siap kalau katakanlah kenaikan BBM itu terjadi," Pungkasnya.***

Halaman:

Editor: Muhammad Zulkipli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

AHY Non Aktifkan Lukas Enembe Selaku Ketua DPD Demokrat

Jumat, 30 September 2022 | 20:24 WIB
X