• Senin, 3 Oktober 2022

Duta Besar Edward M. Gabriel Sampaikan Kondisi Terkini Terkait Kondisi Timur Tengah

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 18:23 WIB
Penaehat kemanan AS sampaikan Kondisi Terkini di timur tengah
Penaehat kemanan AS sampaikan Kondisi Terkini di timur tengah

beritanusra.com (Chichago)- Negara Lebanon dikataka akan berada di jurang perubahan jika rakyatnya mengakhiri korupsi pemerintah, dan Israel serta Palestina mencapai kesepakatan damai, kata kepala Satuan Tugas Amerika untuk Lebanon, Rabu.

Duta Besar Edward M. Gabriel, presiden dan CEO ATFL, yang baru-baru ini ditunjuk sebagai dewan Institut Perdamaian AS, mengatakan kepada Arab News seperti yang dikutip beritanusra.com pada Jumat (12/08) bahwa ada banyak masalah yang memerlukan penyelesaian untuk mengubah dinamika regional dan secara signifikan mengurangi ketegangan. Tapi perubahan positif itu mungkin.

Gabriel, yang baru saja kembali dari misi ATFL ke Libanon, mengatakan bahwa jika Israel dan Palestina menemukan perdamaian, Hizbullah akan meletakkan senjatanya dan menjadi lebih dari sebuah partai politik daripada tetap sebagai salah satu milisi terberat untuk berhasil berdiri melawan Israel. kehadiran militer regional.

Baca Juga: Bendungan Renaisans Ethiopia Retak Kairo Protes DK PBB

“Hizbullah adalah partai politik dan mereka adalah bagian dari struktur negara apakah beberapa orang suka atau tidak. Pertanyaannya adalah, mereka perlu meletakkan senjata dan memastikan mereka beroperasi sebagai entitas politik di Lebanon dan tidak melanjutkan terorisme mereka di seluruh kawasan,” jelas Gabriel, seraya mengatakan bahwa jika ini terjadi, kelompok tersebut dapat menjadi kekuatan positif di negara tersebut. .

“Hizbullah telah mengatakan bahwa ketika ada perdamaian antara Israel dan Palestina, mereka tidak perlu memiliki senjata. Saya bertemu dengan mufti Syiah baru-baru ini dan dia benar-benar mengulangi keyakinan itu. Dan saya bertanya kepadanya, pada titik mana Anda melihat mereka meletakkan tangan mereka, dan dia mengatakan dengan tepat kata-kata yang tampaknya Anda tunjukkan.”

Saat tampil di The Ray Hanania Show, Gabriel mengatakan ada faktor lain yang berperan selain kekuatan militer Hizbullah dan keterlibatannya dalam terorisme. Mereka termasuk Libanon yang menyelesaikan sengketa maritimnya dengan Israel dan mengakhiri korupsi pemerintah Libanon agar memenuhi syarat untuk mendapatkan dukungan keuangan dari Dana Moneter Internasional.

“Satu hal yang muncul adalah negosiasi antara Lebanon dan Israel, dua musuh yang berusaha menyelesaikan sengketa perbatasan laut mereka. Kami didorong bahwa mereka bergerak ke arah yang benar di sana, dan jika mereka melakukannya, itu akan mengirimkan sinyal baru yang hebat bahwa Lebanon dapat bekerja dengan beberapa karakter tangguh di kawasan itu dan menemukan solusi sederhana,” kata Gabriel.

Menyelesaikan masalah maritim antara Israel dan Lebanon dapat membuka akses ke kantong besar minyak dan gas yang terletak di bawah Laut Mediterania, katanya.***

Halaman:

Editor: Muhammad Zulkipli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

AHY Non Aktifkan Lukas Enembe Selaku Ketua DPD Demokrat

Jumat, 30 September 2022 | 20:24 WIB
X