• Senin, 3 Oktober 2022

Menkeu Sri mulyani Sampaikan, Pertemuan G20 Geliatkan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Indonesia

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 17:42 WIB
Menkeu Sri Mulyani mengatakan ekosistem syariah menjadi salah satu pendukung pemulihan ekonomi nasional yang telah terimbas pandemi Covid-19. (Wulan/Kemekeu Foto)
Menkeu Sri Mulyani mengatakan ekosistem syariah menjadi salah satu pendukung pemulihan ekonomi nasional yang telah terimbas pandemi Covid-19. (Wulan/Kemekeu Foto)

beritanusra.com (Jakarta) - Penyelenggaraan rangkaian kegiatan G20 di bawah Presidensi Indonesia membawa dampak langsung bagi Indonesia. Salah satu manfaatnya adalah ikut menggeliatkan perekonomian Indonesia yang tengah terdampak oleh pandemi COVID-19. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

Perbincangan ini dapat ditonton di kanal YouTube dan didengarkan di kanal Spotify Sekretariat Kabinet.

“Kementerian Keuangan sama BI (Bank Indonesia) kemarin menjadi host (pertemuan G20). Kita melakukannya di Jakarta, waktu di Jakarta terjadi kemarin Omicron. Jadi kita (adakan pertemuan) di sini, mereka (delegasi G20) akan menginap di hotel. Itu berarti pada saat Omicron naik, hotel kosong, Grup 20 datang kan jadi menambah occupancy, itu bagus,” kata Sri Mulyani mencontohkan.

 Baca Juga: Menolak Lupa Irjen Sambo, Pahlawan Korupsi Bank Bali Rp 546 M, Kini Dicaci Karena Plot Pembunuhan?.

Para Delegasi G20 menurut Menkeu juga berbelanja yang artinya juga menambah manfaat ekonomi bagi masyarakat. Selain itu, G20 juga menggerakkan sektor pariwisata di tanah air. Menkeu mencontohkan, berbagai pertemuan G20 yang diadakan di Bali berkontribusi mendorong bangkitnya sektor pariwisata yang menjadi sektor andalan di daerah tersebut.

“Kita mau memulihkan lagi pariwisata dengan G20. Kalau menteri keuangan dan bank sentral itu jumlah delegasinya bisa mencapai 600 (orang). Itu yang langsung, belum kemudian wartawan dan segala macam. Karena begitu melihat semua menteri-menteri keuangan negara yang penting, pasti wartawan seluruh dunia juga datang,” ujarnya.

Selain pertemuan di bawah sherpa track dan finance track, rangkaian pertemuan G20 juga diisi dengan berbagai side event yang diadakan di sejumlah lokasi di tanah air, seperti di Danau Toba, Labuan Bajo, Semarang, Yogyakarta, Minahasa Utara, Bandung, Makassar, hingga Manokwari.

“Kita bikin side event. Jadi perusahaan-perusahaan dari global juga datang. Ini yang menyebabkan kemudian dampak ekonomi yang positif tadi. Yang kita keluarkan untuk belanja menjadi perhelatan itu, yang masuk dan dibelanjakan oleh mereka yang datang cukup banyak,” kata Sri Mulyani.

Periode Presidensi G20 Indonesia yang mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger” berlangsung selama satu tahun, mulai 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022. Presidensi G20 adalah momentum Indonesia untuk berperan besar dalam memimpin pemulihan ekonomi global yang tidak hanya terguncang karena pandemi tetapi juga situasi geopolitik seperti perang di Ukraina.

Halaman:

Editor: Muhammad Zulkipli

Sumber: Setkab RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

AHY Non Aktifkan Lukas Enembe Selaku Ketua DPD Demokrat

Jumat, 30 September 2022 | 20:24 WIB
X