• Senin, 3 Oktober 2022

Kasus Dugaan Penyekapan Di SP3, Pengacara Berharap Nama Baik PT. Indocertes Pulih

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:42 WIB
Dalam perjalanan penanganan kasus, PT Indocertes dan Atet Handiyana akhirnya sepakat untuk islah.
Dalam perjalanan penanganan kasus, PT Indocertes dan Atet Handiyana akhirnya sepakat untuk islah.

beritanusra.com (Jakarta) -- Kasus dugaan penyekapan terhadap seorang pengusaha Depok bernama Atet Handiyana Juliandri Sihombing akhirnya dihentikan oleh kepolisian. Dugaan penyekapan itu sempat “menyeret” beberapa karyawan PT. Indocertes, sebuah perusahaan alutsista nasional yang berkantor di Jakarta.

Dalam surat yang dikeluarkan oleh Direktorat Tindak Pidana Umum, Badan Reserse Kriminal Polri (Dirtipidum Bareskrim Polri) disebutkan bahwa berdasarkan hasil rekomendasi gelar perkara, maka kasus ini dihentikan penyidikannya karena tidak cukup bukti.

Surat bernomor B/701/VII/2022/Dirtipidum ini telah ditetapkan per tanggal 21 Juli 2022.

“Kami sudah terima salinan suratnya dari kepolisian. Puji syukur kasusnya sudah clear. Klien kami PT. Indocertes termasuk beberapa karyawannya yang terseret kasus ini sudah bebas dari segala macam tuduhan penyekapan terhadap saudara Atet,” ujar Junfi, SH, selaku kuasa hukum PT. Indocertes.

Baca Juga: PLN Peduli Bangun Gumbang Ganang, Destinasi Wisata Alam Dibawah Jalur Sut

Di tempat terpisah, kuasa hukum Atet Handiyana, yakni Bonar, SH, menilai terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus dugaan penyekapan sebagai hal yang baik untuk kedua belah pihak.

“Atet dalam peristiwa itu sudah memaafkan dan memilih penyelesaian secara restoratif justice,” tukas Bonar.

Junfi berharap penghentian penyidikan ini juga memberikan kepastian hukum pada PT. Indocertes dan Krisnawati, selaku pemilik (owner) perusahaan itu. “Terus terang saja PT. Indocertes telah menderita kerugian materi dan non materi yang luar biasa akibat kasus ini. Dengan adanya keputusan ini, kita harap dapat memulihkan nama baik dan reputasi PT Indocertes dan Ibu Krisnawati,” kata Junfi.

Seperti diketahui sebelumnya, kasus ini sendiri bermula dari dugaan penggelapan dana milik PT. Indocertes oleh Atet selaku direktur utama perusahaan tersebut. Atet sendiri baru sebulan menjabat sebagai direktur setelah diangkat oleh Krisnawati, pemilik PT. Indocertes.

Halaman:

Editor: Muhammad Zulkipli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

AHY Non Aktifkan Lukas Enembe Selaku Ketua DPD Demokrat

Jumat, 30 September 2022 | 20:24 WIB
X