• Sabtu, 13 Agustus 2022

Terkait Kelanjutan Bandara Bali Utara, Mangku Pastika: Jangan Ribut Ribut Nanti Investor Kabur

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 12:30 WIB
mantan Gubernur Bali dua periode Dr. Made Mangku Pastika,M.M.
mantan Gubernur Bali dua periode Dr. Made Mangku Pastika,M.M.

Beritanusra.com --Diketahui meski dicoret dari PSN (Proyek Strategis Nasional) bukan berarti pembangunan Bandara Bali Utara di Buleleng gagal total. Sebuah lembaga kajian PUKIS Yograkarta menyatakan Bandara Bali Utara Butuh Kajian lanjutan untuk penyempurnaan. 

Hal yang sama juga disampaikan Anggota DPD RI Bali yang juga mantan gubernur Bali dua periode, Dr. Made Mangku Pastika, M.M 

Bandara Bali Utara masih berpeluang dibangun asal tidak menggunakan APBN. Namun pada intinya kalau mau dibangun bandara, warga harus kompak dan jangan ribut-ribut agar investornya tidak kabur,” ungkap Anggota DPD RI dapil Bali yang juga mantan Gubernur Bali dua periode Dr. Made Mangku Pastika,M.M. usai bertemu Semeton Pasek di Ubung Denpasar, Jumat (29/7) beberapa waktu lalu.

Meski dicoret menurut Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo, proyek yang dikeluarkan dari PSN akan tetap dilanjutkan namun tidak lagi menjadi prioritas PSN.

Baca Juga: OMG, Benarkah Pelindo Akan Bangun Terminal LNG di Lahan Bodong

Namun, Mangku Pastika mengingatkan masyarakat dan para tokoh publik, sebaiknya jangan merasa sok tahu, layaknya semua menjadi ahli penerbangan.

“Penerbangan itu menyangkut keselamatan pesawat dan manusia. Jadi bukan soal bagusnya di sini atau di situ, sebaiknya tanya dulu pada yang ahli penerbangan. Juga akan ada studi kelayakan, amdal, dan masalah dampaknya,” jelas mantan Kapolda Bali ini.

Pihaknya mmeiliki keyakinan kalau dibantu dalam program Public Private Partnership, proyek bandara itu masih bisa diteruskan. Lebih lanjut disampaikan pembangunan bandara terkait dengan keselamatan penerbangan dan keselamatan manusia. 

“Pertama kali saya sarankan di Gerokgak, karena di sana ada tanah provinsi 250 hektare, sehingga tinggal nambah sedikit sudah bisa. Tetapi dari survei yang dilakukan, tidak bisa karena dikelilingi bukit dan masalah angin,” katanya.

Halaman:

Editor: Muhammad Zulkipli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X