• Selasa, 29 November 2022

Kasus Penataan Labuhan Haji Berlanjut, Rugikan Negara Rp 6 M Lebih Kejari Lotim Tetapkan Dua Tersangka

- Sabtu, 13 November 2021 | 15:45 WIB
Dermaga Labuhan Haji yang ditender 2016 silam dengan anggaran 35 Milyard (Berita Nusra)
Dermaga Labuhan Haji yang ditender 2016 silam dengan anggaran 35 Milyard (Berita Nusra)

 

BERITANUSRA.COM - Babak baru penyelesaian kasus proyek penataan dan pengerukan Pelabuhan Labuhan haji ahirnya sudah menemui titik terang. Setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur menetapkan Pejabat pembuat komitmen (PPK) inisial N dan TR sebagai rekanan PT. Guna Karya Nusantara (GKN) Bandung. 

Penetapan itu dilakukan Kepala Kejari Lotim, Irwan Setiawan, dan dihadiri oleh seluruh Jaksa, di ruang rapat Kejari Lombok Timur, pada kamis (11/11) lalu. 

Lalu Mohammad Rasyidi selaku Kepala seksi intiljen Kejari Lotim mengungkapkan berdasarkan hasil ekspose tersebut.

"Berdasarkan hasil audit BPKP telah ditemukan kerugian uang negara sebesar Rp. 6.361.048.182," paparnya.

Baca Juga: Disomasi Mahasiswa, Pimpinan STAHN Mpu Kuturan Bungkam

Disamping itu saksi-saksi maupun para tersangka untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Untuk mempercepat proses perkara tindak pidana korupsi pekerjaan penataan dan pengerukan pelabuhan Labuhan haji yang diketahui pada tahun 2016.

Sebelumnya diketahui Pemkab Lotim memeberikan uang muka kepada rekanan PT. GKN pada 2016 silam, namun proyek tersebut tidak dikerjakan oleh pihak kontraktor.

Sampai saat ini uang muka proyek sebesar 20 persen dari anggaran proyek senilai Rp 35 miliar atau senilai hampir Rp 7 miliar (Rp. 6.361.048.182.red) yang telah diserahkan ke pihak kontraktor ( PT Guna Karya Nusantara.red) belum diserahkan kepada Pemkab Lombok Timur. Konon, uang ini masih berada di BNI cabang Bandung selaku penjamin.

Pemkab pun akhirnya menempuh jalur hukum, melalui gugatan di Pengadilan Negeri Bandung . Sementara kontraktor keberatan jika uang muka 20 persen dikembalikan lagi ke Pemkab Lotim pada waktu itu beralasan kontrak tidak dikerjakan sebab kecerobohan panitia penyelenggara proyek tersebut.

Halaman:

Editor: Muhammad Zulkipli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X