Kedutaan Rusia meminta AS untuk membatalkan rencana Penyediaan Senjata ke Ukraina

- Rabu, 19 Januari 2022 | 19:04 WIB
CNN melaporkan pekan lalu bahwa pihak berwenang AS telah mengizinkan bantuan militer tambahan ke Ukraina senilai $200 juta. Menurut laporan itu, AS bermaksud untuk memberikan Ukraina senjata kecil, amunisi, peralatan pengawasan medis dan radar.
CNN melaporkan pekan lalu bahwa pihak berwenang AS telah mengizinkan bantuan militer tambahan ke Ukraina senilai $200 juta. Menurut laporan itu, AS bermaksud untuk memberikan Ukraina senjata kecil, amunisi, peralatan pengawasan medis dan radar.

BERITA NUSRA -- Sebaliknya, Washington harus menggunakan pengaruhnya pada pihak berwenang Ukraina untuk meyakinkan mereka agar berhenti menyabot Perjanjian Minsk, kata dalam sebuah pernyataan.

Jika pihak berwenang AS berkomitmen untuk menyelesaikan konflik domestik Ukraina melalui cara diplomatik, mereka harus membatalkan rencana untuk menyediakan lebih banyak senjata ke Ukraina, kata kedutaan Rusia di Washington dalam sebuah pernyataan di Facebook.

“Jika Amerika Serikat benar-benar berkomitmen pada upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik intra-Ukraina, mereka harus membatalkan rencana untuk memasok sejumlah senjata baru untuk Angkatan Bersenjata Ukraina. Sebaliknya, Washington harus menggunakan pengaruhnya pada otoritas Ukraina untuk meyakinkan mereka. untuk berhenti menyabot Perjanjian Minsk," bunyi pernyataan itu.

Baca Juga: Skandal, Militer AS Diduga Selundupkan Minyak Suriah Hasil Curian ke Irak Utara

Moskow juga meminta Washington untuk mengakhiri histeria seputar masalah Donbass, kata kedutaan Rusia dalam sebuah pernyataan.

Kedutaan menunjukkan bahwa pada 18 Januari, Gedung Putih, Departemen Luar Negeri AS dan pejabat tinggi Pentagon telah membuat pernyataan "tentang tidak adanya langkah-langkah de-eskalasi di perbatasan Rusia-Ukraina" dan "berdebat bahwa negara kita dapat menyerang negara tetangga kapan saja, termasuk dari wilayah Belarusia."

Baca Juga: Lagi Korea Utara Luncurkan Rudal Peluru kendali taktisnya Menuju Laut Jepang

“Kami menekankan sekali lagi: Rusia tidak akan menyerang siapa pun. Praktik memindahkan pasukan di tanah kami sendiri adalah hak berdaulat. Kami menyerukan untuk mengakhiri histeria dan tidak menumpuk ketegangan di sekitar masalah Donbass. Dan yang paling penting - tidak untuk mendorong 'pembenci' di Kiev menuju provokasi baru," tambah pernyataan itu.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan, mengomentari laporan tersebut, bahwa peningkatan pasokan senjata ke Ukraina meningkatkan ketegangan di zona konflik.***

Halaman:

Editor: Muhammad Zulkipli

Sumber: TASS

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ratu Elizabeth Kena Covid, Badan kaku dan Susah Bergerak

Minggu, 20 Februari 2022 | 21:16 WIB

WHO Sedang Meneliti Potensi bahaya NeoCov

Jumat, 28 Januari 2022 | 09:41 WIB

Terpopuler

X