Orang Asing diperbolehkan Masuk Australia dengan divaksinasi Sputnik V

- Senin, 17 Januari 2022 | 20:04 WIB
Sebelumnya, Administrasi Barang Terapi Australia telah mengakui vaksin Rusia untuk konfirmasi status vaksinasi terhadap infeksi virus corona saat memasuki negara tersebut.
Sebelumnya, Administrasi Barang Terapi Australia telah mengakui vaksin Rusia untuk konfirmasi status vaksinasi terhadap infeksi virus corona saat memasuki negara tersebut.

BERITA NUSRA -- Departemen Dalam Negeri Australia telah mengizinkan masuknya warga negara asing yang disuntik dengan vaksin Sputnik V Rusia untuk melawan virus corona, menurut informasi yang dipublikasikan di situs web badan tersebut pada hari Senin (17/01) sebagaimana dilansir dari kantor berita TASS Rusia.

Baca Juga: Pengamat Prancis Ungkapkan Kekhawatirannya Atas Kehadiran Tentara Bayaran Rusia di Mali

Keputusan untuk mengakui tusukan Rusia yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian Nasional Gamaleya untuk Epidemiologi dan Mikrobiologi untuk konfirmasi status vaksinasi terhadap COVID-19 dibuat berdasarkan regulator farmasi nasional yang dikeluarkan pada 17 Januari. divaksinasi lengkap.

Baca Juga: Kondisi Stabil, Pasukan Penjaga perdamaian Rusia kembali dari Kazakhstan

Hal ini diperuntukkkan bagi warga asing untuk perjalanan ke dan dari Australia jika ia telah menyelesaikan kursus vaksin yang disetujui atau diakui oleh Administrasi Barang Terapeutik (TGA)," kata situs web badan tersebut, termasuk "Institut Penelitian Gamaleya Sputnik V" dalam daftar yang disetujui atau vaksin yang diakui.

Baca Juga: Netralitas, Rusia Minta Harus Ada Jaminan Ukraina Tidak menjadi anggota NATO

Sebelumnya, Administrasi Barang Terapi Australia telah mengakui vaksin Sputnik V Rusia untuk konfirmasi status vaksinasi terhadap infeksi virus corona saat memasuki negara tersebut. Badan tersebut menekankan bahwa dua dosis Sputnik V menunjukkan kemanjuran rata-rata 89% terhadap infeksi virus corona dan 98-100% terhadap rawat inap atau kematian.***

Editor: Muhammad Zulkipli

Artikel Terkait

Terkini

Ratu Elizabeth Kena Covid, Badan kaku dan Susah Bergerak

Minggu, 20 Februari 2022 | 21:16 WIB

WHO Sedang Meneliti Potensi bahaya NeoCov

Jumat, 28 Januari 2022 | 09:41 WIB

Terpopuler

X