Ketua KPK RI Kunjungi Gubernur Papua Lukas Enembe, Pengamat: Sebenarnya Cukup Tim Penyidik

- Kamis, 3 November 2022 | 21:31 WIB
Pengacara Gubernur Papua, Stefanus Roy Rening sendiri menjelaskan pihaknya mendapat kabar yang hadir ke Jayapura dari Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu. Informasi itu didapatkan dari hasil pertemuan Kapolda Papua dengan Gubernur Papua.
Pengacara Gubernur Papua, Stefanus Roy Rening sendiri menjelaskan pihaknya mendapat kabar yang hadir ke Jayapura dari Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu. Informasi itu didapatkan dari hasil pertemuan Kapolda Papua dengan Gubernur Papua.


Beritanusra.com | Beredarnya foto Ketua KPK RI Firli Bahuri Ketika mengunjungi Gubernur Papua Lukas Enembe yang kini statusnya sebagai tersngka membuat berabagai tanggapan dari publik.

Dalam foto lainnya, terlihat seseorang mengenakan rompi KPK tengah duduk di sebuah kursi. Di samping kirinya terlihat Lukas Enembe bereda di meja yang sama. KPK diketahui telah tiba di Jayapura untuk melakukan pemeriksaan terhadap Lukas Enembe di kediamannya, Koya, Distrik Muara Tami.


Sementara itu, Pengacara Lukas, Stefanus Roy Rening membenarkan bahwa Firli Bahuri telah tiba di kediaman Lukas. “Pak Firli sudah ketemu Pak Gub,” kata Roy Rening kepada wartawan.


Namun, Eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo Harahap mengkritisi pertemuan antara Ketua KPK Firli Bahuri dan Gubernur Papua Lukas Enembe.
Matahari. Menururt Yudi bahwa, belum pernah ada sebelumnya Ketua KPK yang menemui tersangka katanya seperti rilies yang disampaikan ke beberapa media.

Diketahui, Lukas Enembe adalah tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua.

Menurut Yudi, pertemuan antara Firli Bahuri dan Lukas Enembe bisa dipersepsikan sebagai keadaan mengistimewakan pihak yang berperkara.

Baca Juga: Boymin Dikirim ke Lapas Kelas II A Mataram, Kapolres Bima Minta Keluarga Terima Proses Hukum

Dikatakan Yudi, seharusnya pihak KPK cukup diwakili oleh tim penyidik saja.
Apabila diperlukan atasan, cukup didampingi Direktur Penyidikan.

"Biarkan saja penyidik yang melakukan tugasnya, jika pun didampingi atasan cukuplah level direktur penyidikan saja, apa lagi kegiatan yang dilaksanakan yaitu pemeriksaan second opinion dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) terkait kesehatan Gubernur Papua," katanya.

Halaman:

Editor: Muhammad Zulkipli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cekcok, Cemburu, Habisi Nyawa Istri Yang Sedang Lelap.

Selasa, 1 November 2022 | 12:27 WIB
X