• Selasa, 29 November 2022

Kemenkumham Gelar DJKI Mengajar Secara di 33 Provinsi, Termasuk Bali

- Rabu, 28 September 2022 | 18:16 WIB
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, juga akan berbincang langsung dengan anak-anak yang hadir dan bergabung secara virtual di seluruh Indonesia.
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, juga akan berbincang langsung dengan anak-anak yang hadir dan bergabung secara virtual di seluruh Indonesia.

Beritanusra.com (Bali) -- Sekitar 5000 siswa dan siswi di bangku sekolah dasar dan sekolah menengah pertama akan mendapatkan edukasi mengenai kekayaan intelektual (KI) oleh 346 relawan Guru Kekayaan Intelektual (RuKI).

Untuk pertama kalinya Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) secara hybrid pada Rabu, 28 September 2022 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

DJKI bekerja sama dengan seluruh Kantor Wilayah Kemenkumham di tiap provinsi. Para siswa dan siswi di setiap sekolah yang terpilih akan mengikuti sesi pembelajaran dengan para RuKI di masing-masing wilayah.

Setelah sesi pembelajaran, peserta akan bergabung secara hybrid melalui Zoom untuk mengikuti sesi dialog interaktif dengan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna H. Laoly.

Baca Juga: Kepolisian RI Kerahkan 5.746 Personel Amankan KTT G20 2022 di Bali

“DJKI Mengajar merupakan salah satu dari 16 program unggulan DJKI tahun 2022 dalam rangka menuju world class IP office yang menargetkan siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama untuk diajarkan mengenai pengetahuan kekayaan intelektual,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Razilu.

Sedangkan RuKI terdiri atas pegawai Kemenkumham baik di unit pusat, kantor wilayah, dan unit pelaksana teknis di seluruh Indonesia. RuKI akan menanamkan pengetahuan mengenai kekayaan intelektual secara sederhana melalui semangat berkarya dan berinovasi.

DJKI Mengajar 2022 berangkat dari pemahaman bahwa sekolah merupakan lembaga pendidikan yang berperan membina siswanya untuk mengembangkan minat dan bakat. Tentunya hal tersebut berkaitan erat terhadap terciptanya suatu inovasi.

“Melalui kegiatan ini diharapkan para pelajar sebagai generasi penerus bangsa dapat memahami pentingnya pelindungan dan manfaat dari KI sehingga peningkatan kualitas dan kuantitas KI Indonesia akan segera terwujud,” pungkas Razilu.

Halaman:

Editor: Muhammad Zulkipli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cekcok, Cemburu, Habisi Nyawa Istri Yang Sedang Lelap.

Selasa, 1 November 2022 | 12:27 WIB
X