• Selasa, 29 November 2022

Polri Terus Dalami Kasus Penipuan 351 PMI oleh Agensi

- Senin, 26 September 2022 | 19:33 WIB
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali, Kombes. Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, S.I.K., M.Si., di Denpasar, Bali
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali, Kombes. Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, S.I.K., M.Si., di Denpasar, Bali

Beritanusra.com (Denpasar-Bali) -- Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Polda) Bali Bidang Ketenagakerjaan memastikan tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus penipuan yang menimpa 350 calon pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali oleh PT MAG Diamond.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali, Kombes. Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, S.I.K., M.Si., di Denpasar, Bali, Sabtu (24/09) mengatakan, dari 350 calon PMI yang diduga ditipu oleh PT. Mutiara Abadi Gusmawan (MAG Diamond), baru 16 yang melaporkannya kepada pihak Kepolisian Daerah Bali.

“Peristiwa yang dilaporkan adanya dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 dan atau 372 KUHP,” jelas Kabid Humas Polda Bali.

Laporan terakhir yang diterima penyidik Polda Bali yakni pada 15 September 2022 atas nama Dina Ayu Fitriana dengan dua orang nama korban yakni Dina Ayu Fitriana dan Yoka Darmawan berdasarkan laporan nomor LP/B/556/IX/2022/SPKT/POLDA BALI.

Baca Juga: Polda Bali Ringkus Seorang Tukang Ojek, Sebanyak 4,7 Kg Ganja Diamankan

Berdasarkan keterangan pelapor, peristiwa penipuan yang dialami pelapor berawal pada akhir Juli 2020. Saat itu, pelapor mendapat informasi tentang pembukaan lapangan pekerjaan ke luar negeri yang diselenggarakan oleh PT. MAG yang berkantor di Jalan Mertanadi, Kabupaten Badung, Bali, jelas Kabid Humas Polda Bali.

Karena merasa tertarik dengan prospek kerja yang dijanjikan PT MAG, pelapor mendaftarkan diri dengan membayarkan uang pendaftaran dan administrasi sebesar Rp. 25 juta pada tanggal 13 Agustus 2020. Selanjutnya pelapor beserta peserta lainnya mengikuti sejumlah kegiatan pelatihan di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Bali.

Sekitar bulan Mei 2021 pelapor dan peserta lainnya dijanjikan akan diberangkatkan pada pertengahan bulan Agustus 2021. Namun, sampai pada tenggat waktu yang dijanjikan mereka tak kunjung diberangkatkan dengan alasan adanya peningkatan kasus COVID-19 di Jepang. Pemberangkatan tersebut pun dibatalkan dan dijanjikan kembali akan diberangkatkan pada bulan Januari 2022.

Namun hal tersebut tidak terealisasi juga sampai dengan pelapor melaporkan kejadian tersebut kepada Polda Bali. Akibat peristiwa tersebut pelapor mengalami kerugian sebesar Rp. 25 juta.

Halaman:

Editor: Muhammad Zulkipli

Sumber: Humas Mabes Polri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cekcok, Cemburu, Habisi Nyawa Istri Yang Sedang Lelap.

Selasa, 1 November 2022 | 12:27 WIB
X