• Selasa, 29 November 2022

Laba PLN Naik Menjadi Rp17,4 Triliun Persen di Tengah Guncangan Ekonomi Global

- Sabtu, 30 Juli 2022 | 15:52 WIB
Petugas PLN Sedang Bekerja
Petugas PLN Sedang Bekerja

BERITANUSRA.COM – PT PLN (Persero) berhasil mencetak kenaikan laba bersih sebesar 162,4 persen menjadi Rp17,4 triliun hingga semester I 2022, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,6 triliun.

Kenaikan ini ditopang peningkatan penjualan listrik seiring membaiknya perekonomian nasional serta didukung langkah tranformasi dan efisiensi yang dilakukan perseroan.

"Kami sangat bersyukur di tengah ketidakpastian ekonomi global, PLN berhasil mencetak kinerja terbaik. Ini merupakan buah manis dari berbagai strategi dan langkah transformasi yang telah kami jalankan," kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.

PLN mencatat kenaikan volume penjualan listrik sebesar 133,87 Terra Watt hour (TWh) pada semester I 2022 atau meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya 125,49 TWh.

Darmawan menjelaskan kenaikan penjualan tenaga listrik ini ditopang oleh pertumbuhan yang signifikan pada pelanggan industri dengan penambahan volume penjualan listrik 5,4 TWh atau 14,3 persen hingga akhir Juni 2022.

"Kenaikan penjualan listrik yang signifikan dari golongan industri ini menandakan perekonomian yang mulai pulih di tengah pandemi," kata Darmawan.

Darmawan mengungkapkan, atas penjualan listrik yang mengalami kenaikan tersebut, PLN berhasil membukukan penjualan tenaga listrik senilai Rp150,6 triliun, meningkat 7,2 persen atau bertambah Rp10,1 triliun.

Darmawan menambahkan, pertumbuhan kinerja penjualan listrik merupakan representasi dari keberhasilan program-program yang dilakukan antara lain akuisisi captive power, peningkatan renewable energy certificate (REC), konversi kompor LPG ke kompor induksi, electrifying marine dan electrifying agriculture yang mendorong penambahan pelanggan sebanyak 1,4 juta hingga Juni 2022. Total, saat ini PLN melayani hingga 83,9 juta pelanggan.

Di sisi lain, EBITDA berhasil dipertahankan positif sebesar Rp55,4 triliun dan EBITDA margin 26,2 persen di tengah penurunan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing utama yang memengaruhi operasional perusahaan.

Halaman:

Editor: Muhammad Zulkipli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Buka Tujuh Cabang Secara Serentak

Jumat, 23 September 2022 | 07:35 WIB

Menko Marvest Sebut Kemungkinan Minggu Depan BBM Naik

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 10:07 WIB

Wah, Harga Mie Instan Diprediksi Naik Tiga Kali Lipat

Selasa, 9 Agustus 2022 | 18:29 WIB

PKT Tanam Jagung 50 Hektare di Gorontalo

Rabu, 15 Juni 2022 | 15:50 WIB
X