• Selasa, 29 November 2022

Sistem Transmisi Bima Sape Mulai Beroperasi Penuh

- Jumat, 19 Agustus 2022 | 18:22 WIB
Petugas PLN Sedang Mengoperasikan Sistem Transimis Sumbawa-Sape
Petugas PLN Sedang Mengoperasikan Sistem Transimis Sumbawa-Sape

BERITANUSRA.COM - PLN berhasil melakukan energize dan pengoperasian secara penuh jalur saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 kV BimaSape dan gardu induk (GI) 70 kV Sape yang berkapasitas 20 mega volt ampere (MVA).

SUTT 150 kV BimaSape memiliki panjang 62,82 kilo meter sirkit (KMS) dengan 91 jumlah tapak tower, melintasi 4 kecamatan, dan 13 kelurahan/desa, tersambung dari Gardu Induk (GI) Bima di Desa Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima menuju Gardu Induk Sape di Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara, Wahidin menyampaikan keberhasilan yang di raih pada hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia tersebut kedepan mampu menghadirkan kualitas layanan kelistrikan yang tentunya makin efisien, andal dan berkualitas.

“Sebuah kado kemerdekaan dari ujung pulau Sumbawa yang menginspirasi makna perjuangan PLN untuk melistriki dan menghadirkan terang ke seluruh penjuru negeri, khususnya provinsi Nusa Tenggara Barat”, ucap Wahidin.

Operasi penuh sistem transmisi ini akan terinterkoneksi dengan sistem tol listrik Sumbawa sehingga menghubungkan ujung barat dan ujung timur pulau Sumbawa. Angka lebih dari 190 Milyar dikeluarkan oleh PLN Untuk meningkatkan keandalan sistem tersebut dimluai dari pembebasan lahan dan konstruksi proyek pembangunan infrastruktur kelistrikan itu sendiri.

“Keberhasilan ini merupakan wujud komitmen PLN untuk mendorong pertumbuhan investasi dan perkembangan ekonomi, terlebih lagi paska pandemi covid-19 dua tahun kebelakang. Ini tentunya menjadi pencetus semangat untuk sama-sama pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat” ujar Wahidin.

Sementara itu Sudjarwo, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB menuturkan suksesnya pengoperasian SUTT 150 kV BimaSape dan Gardu induk 70 kV Sape memberikan dampak yang signifikan pada sisi penyaluran tenaga listrik, hal ini akan meningkatkan keandalan sistem dan kontinuitas penyaluran energi.

PLN akan memiliki potensi penghematan biaya pokok produksi dan biaya operasional mencapai 2,5 milyar per tahun karena beberapa pembangkit yang menggunakan solar bisa berhenti beroperasi. Sebuah angka yang signifikan dan sangat sejalan dengan semangat transformasi yang dilaksanakan PLN”ujar Sudjarwo

Tantangan yang dihadapi oleh PLN tidak hanya menyediakan layanan kelistrikan yang andal, tetapi PLN juga harus mampu merespon kebutuhan pelanggan dengan cepat dan memetakan potensi – potensi pertumbuhan beban khususnya di NTB. Ia juga mengantisipasi kebutuhan beban di pulau sumbawa terutama dari aktifitas rencana pengembangan tambang emas yang direncanakan operasionalnya nanti menggunakan listrik dari PLN.

“Kami harus menyediakan listrik yang andal, menyala 24 jam penuh dengan kualitas yang baik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, investasi pariwisata dan dunia industri tentunya”, tutup Sudjarwo.

Halaman:

Editor: Muhammad Zulkipli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UMKM Binaan PLN Ramaikan World Superbike Mandalika

Jumat, 11 November 2022 | 13:58 WIB

Masyarakat Kampung Yakonde Jamin Suksesnya KMAN VI

Rabu, 26 Oktober 2022 | 10:40 WIB
X