• Senin, 27 Juni 2022

Pupuk Kaltim Targetkan Penekanan Emisi Karbon Hingga 38 Persen di 2040

- Selasa, 10 Mei 2022 | 09:54 WIB
Green Industry Pupuk Kaltim
Green Industry Pupuk Kaltim

BERITANUSRA.COM - Peran dan inovasi pelaku industri dalam mengurangi emisi karbon semakin krusial dalam mendukung tercapainya Net Zero Emission pada 2060. Peranan tersebut ditindaklanjuti oleh komitmen perusahaan BUMN dalam program Dekarbonisasi BUMN, yang menargetkan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) berbasis National Determined Contribution (NDC) hingga 29 persen pada 2030 mendatang.

Sebagai salah satu bagian dari Pupuk Indonesia Group, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) juga berkomitmen melakukan penurunan emisi dan berkontribusi pada pencapaian Dekarbonisasi BUMN. Lewat beragam inisiatif strategis yang telah dan akan dijalankan perusahaan, PKT menargetkan dapat mengurangi emisi karbon hingga 38 persen di tahun 2040.

Direktur Operasi dan Produksi PKT Hanggara Patrianta memaparkan bahwa pelaku industri saat ini semakin dituntut untuk mampu menerapkan proses produksi yang lebih hijau. Sebagai produsen pupuk, PKT juga telah berorientasi untuk terus menekan gas emisi dari hasil produksi dan berinovasi untuk meningkatkan efisiensi energi. Hal tersebut telah menjadi fokus PKT yang tertuang dalam roadmap perusahaan 40 tahun ke depan berbasis energi terbarukan.

“Melalui berbagai inovasi yang telah dan akan diterapkan, kami juga siap memimpin transformasi industri petrokimia menjadi industri energi terbarukan yang lebih hijau,” ujarnya.

Melalui berbagai inisiatif strategis yang sebelumnya telah dilakukan, PKT berhasil melakukan dekarbonisasi di lingkungan operasional perusahaan, hingga sekitar 16 persen pada tahun 2021. Lebih lanjut, kedepannya perusahaan menargetkan penurunan gas emisi rumah kaca hingga 1,6 juta ton per tahunnya.

Berbagai inovasi dekarbonisasi yang dinilai dapat berkontribusi pada penurunan emisi karbon perusahaan, diantaranya adalah

1. Efisiensi pabrik guna menekan gas buangan, dengan melakukan penghematan pemakaian gas alam diantaranya melalui revamping pabrik ammonia,

2. Pengembangan bisnis dan teknologi baru, yang difokuskan pada penyerapan karbondioksida (CO2) untuk digunakan sebagai bahan baku produk lainnya serta mensubstitusi bahan baku gas alam dengan hidrogen berbasis EBT untuk menghasilkan Green Ammonia,

3. Substitusi bahan baku/energi berbasis fosil dengan energi baru dan terbarukan, yang di antaranya dilakukan dengan menghadirkan PLTS guna memasok kebutuhan listrik perkantoran dan fasilitas pendukung di PKT, 

Halaman:

Editor: Muhammad Zulkipli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PLN Gelar Pelatihan Foto dan Video di Kota Mataram

Selasa, 21 Juni 2022 | 07:08 WIB

PLN Tambah Keandalan Sistem Listrik NTB

Jumat, 3 Juni 2022 | 18:03 WIB

PLN Siap Dukung MXGP dengan Tol Listrik Sumbawa

Senin, 30 Mei 2022 | 18:55 WIB

PLN Gelar Multi Stakeholder Forum 2022

Jumat, 22 April 2022 | 09:54 WIB

FWE NTB dan Wakil Gubernur Tebar 100.000 Benih Ikan

Minggu, 20 Februari 2022 | 18:58 WIB

Gubernur NTB sambut Baik Kegiatan Rakernas MBI

Selasa, 8 Februari 2022 | 15:53 WIB

Wagub Meminta Para Guru Cintai Profesinya

Senin, 7 Februari 2022 | 22:30 WIB
X