• Sabtu, 13 Agustus 2022

Gubernur Bali Wayan Koster Serahkan 72 Sertifikat Kepada Desa Adat Buleleng

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 19:54 WIB
Gubernur Bali Serahkan 72 Sertifikat Seluas 2 Ha Kepada Desa Adat Buleleng
Gubernur Bali Serahkan 72 Sertifikat Seluas 2 Ha Kepada Desa Adat Buleleng

beritsanusra.com -- Pemerintah Daerah Provinsi Bali melalui Gubernur Bali I Wayan Koster menyerah 72 Sertifikat tanah yang total luasnya 2 Hektare Lebih kepada Desa Adat Buleleng yang sebelumnya Tanah tersebut Tanah Aset Daerah kali ini dihibahkan ke Desa Adat Buleleng adalah yang berada di jalan Nakula, Sahadewa, Gatotkaca, dan Werkudara .

Dalam hal ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menghibahkan tanah aset daerah yang telah ditempati oleh 72 kepala keluarga sejak tahun 1956 silam mejadi secara sah mereka tempati dan kelola sebagai tanah ayahan desa. Penyerahan sertifikat Tanah tersebut Bertempat di Wantilan Kantor Desa Adat Buleleng (3/8).

Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan tanah aset daerah tersebut pihaknya hibahkan ke Desa Adat Buleleng agar dapat dikelola dengan baik dibentengi oleh aturan adat yaitu awig-awig atau pararem.

Baca Juga: Paspor Masuk Desa, Kantor Imigrasi Singaraja Permudah Layanan Publik

Sehingga, masyarakat yang telah turun temurun menempatinya memiliki landasan yang sah dalam menempati tanah itu dengan syarat mengabdi atau ngayah kepada desa adat.

Gubernur Koster juga  menekankan ke Desa Adat Buleleng agar nantinya tidak mengalih fungsikan tanah itu, karena sejak awal tanah tersebut dihibahkan untuk kepentingan masyarakat yang telah turun temurun menempati tanah itu.

“Lahan ini saya hibahkan ke desa adat, tetapi peruntukannya tetap untuk warga itu, nggak perlu menyewakan tanahnya kepada warga, cukup dengan ngayah dan punia yang diatur dengan pararem,” tutupnya.

Kelian Desa Adat Buleleng Nyoman Sutrisna akan memberikan hak warga untuk menempati tanah tersebut hingga seterusnya secara turun temurun, dengan syarat yang boleh mewarisinya adalah purusa atau ahli waris secara adat Bali.

Sehingga, jika satu keluarga tidak memiliki purusa, maka tanah tersebut akan kembali dikelola oleh pihak Desa Adat Buleleng. Selain itu, Sutrisna menekankan kepada warga agar tidak menyewakan, menggadaikan, maupun menjual tanah yang telah diberikan hak pemanfaatannya tersebut.

Halaman:

Editor: Muhammad Zulkipli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dewa GR di Tahan di LP Kerobokan 20 Hari Kedepan.

Rabu, 10 Agustus 2022 | 13:54 WIB
X